Kunci Jawaban 'Administrasi Pajak' Soal Pilihan Ganda Bab 4 Rekonsiliasi Fiskal Kelas 12 SMK AKL

Mentari
Kumpulan Bank Soal Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban Administrasi Pajak Bab 4 Rekonsiliasi Fiskal Kelas 12 SMK AKL Akuntansi Keuangan Lembaga

1. Laporan keuangan fiskal adalah ....

  1. Laporan keuangan yang disusun sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku serta digunakan untuk keperluan pelaporan kepada pengguna laporan keuangan
  2. Laporan keuangan yang disusun sesuai dengan peraturan perpajakan serta digunakan untuk keperluan penghitungan pajak
  3. Laporan keuangan yang disusun berdasarkan peraturan akuntansi secara umum serta digunakan untuk keperluan penghitungan pajak
  4. Laporan keuangan yang disusun sesuai dengan peraturan PSAK serta digunakan untuk keperluan pengguna laporan keuangan
  5. Laporan keuangan yang disusun sesuai dengan peraturan PSAK serta digunakan untuk keperluan penghitungan pajak

Jawaban:
b. Laporan keuangan yang disusun sesuai dengan peraturan perpajakan serta digunakan untuk keperluan penghitungan pajak

Penjelasan:

Laporan Keuangan Fiskal adalah laporan keuangan yang disesuaikan sesuai dengan ketentuan perpajakan (UU PPh, PMK, PER DJP, dll) untuk keperluan menghitung Penghasilan Kena Pajak dan pajak terutang. Berbeda dengan laporan keuangan komersial (yang mengikuti PSAK), laporan keuangan fiskal banyak mengandung penyesuaian fiskal (rekonsiliasi fiskal).


2. Perhatikan pernyataan berikut!
  1. Pembagian laba
  2. Penyusutan mesin disusutkan terlalu kecil
  3. Biaya yang dibebankan
  4. Prive untuk pemilik perusahaan

Berikut yang termasuk dalam koreksi fiskal positif adalah ....

  1. (1) dan (2)
  2. (1) dan (3)
  3. (1) dan (4)
  4. (2) dan (3)
  5. (2) dan (4)

Jawaban:
a. (1) dan (3)

Penjelasan:
Ringkasan apa saja yang termasuk Koreksi Fiskal Positif:
  • Pembagian laba sisa hasil usaha (SHU) dengan nama dan dalam bentuk apa pun
  • Penyusutan yang terlalu kecil dibandingkan ketentuan fiskal
  • Penghasilan yang belum dicatat di laporan keuangan komersial
  • Cadangan biaya yang belum direalisasikan

3. Koreksi fiskal yang menyebabkan terjadinya bertambahnya laba kena pajak adalah koreksi ....

  1. Negatif
  2. Positif
  3. Asosiatif
  4. Degresif
  5. Argumentatif

Jawaban:
b. Positif

Penjelasan:

Koreksi fiskal positif adalah penyesuaian biaya atau penghasilan yang mengakibatkan Laba Kena Pajak (Laba Fiskal) meningkat, sehingga nilai pajak terutang menjadi lebih besar. Secara hukum, koreksi fiskal positif terjadi karena adanya biaya-biaya komersial perusahaan yang tidak diakui oleh aturan pajak (non-deductible expenses).


4. Metode penyusutan yang digunakan oleh perusahaan adalah metode jumlah angka tahun, sedangkan metode yang digunakan oleh Dirjen Pajak adalah saldo menurun dan garis lurus. Perbedaan tersebut disebut beda ....

  1. Kedudukan
  2. Langsung
  3. Tidak langsung
  4. Tetap
  5. Waktu

Jawaban:
e. Waktu

Penjelasan:

Perusahaan menggunakan metode jumlah angka tahun untuk penyusutan komersial, sedangkan Dirjen Pajak menggunakan metode saldo menurun atau garis lurus untuk penyusutan fiskal. Meskipun total penyusutan aset pada akhir umur ekonomis biasanya sama, jadwal atau timing pengakuan biaya penyusutannya berbeda setiap periode. Hal ini menimbulkan beda waktu, yang akan berbalik di periode-periode berikutnya.


5. Penyebab terjadinya koreksi fiskal adalah ....

  1. Beda tetap dan beda pembebanan
  2. Beda waktu dan beda pengakuan
  3. Beda waktu dan beda tetap
  4. PSAK dan UU Perpajakan
  5. SAK ETAP dan beda IFRS

Jawaban:
c. Beda waktu dan beda tetap

Penjelasan:

Penyebab utama terjadinya koreksi fiskal adalah adanya perbedaan antara laporan keuangan komersial dengan ketentuan perpajakan.

Perbedaan tersebut secara umum dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
  • Beda waktu, yaitu perbedaan yang bersifat sementara, yang akan berbalik di masa depan. Contohnya: perbedaan metode penyusutan (jumlah angka tahun vs garis lurus/saldo menurun), pengakuan pendapatan sewa, dll.
  • Beda tetap, yaitu perbedaan yang bersifat permanen dan tidak akan berbalik di masa depan. Contohnya: biaya entertainment, denda, sumbangan, dan pendapatan yang dibebaskan pajak (seperti dividen tertentu).

6. Neraca menurut PSAK harus disajikan dalam format ....

  1. Double step
  2. Single step
  3. T. Account
  4. Multiple step
  5. Triple step

Jawaban:
c. T. Account

Penjelasan:

Neraca paling umum disajikan disajikan dalam format T-Account, di mana aset berada di sisi kiri dan liabilitas serta ekuitas di sisi kanan, sehingga tampak seperti huruf "T" atau skontro.


7. Salah satu unsur laporan keuangan yang menggambarkan posisi (keadaan) modal perusahaan adalah ....

  1. Neraca
  2. Laporan laba atau rugi
  3. Laporan perubahan modal
  4. Laporan perubahan posisi keuangan
  5. Laporan perubahan laba yang ditahan

Jawaban:
a. Neraca

Penjelasan:

Neraca merupakan unsur laporan keuangan yang menyajikan posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu, termasuk posisi modal (ekuitas) perusahaan saat itu. Neraca menampilkan modal pemilik di bagian Ekuitas, yang mencerminkan keadaan modal setelah dikurangi liabilitas dari total aset yang dimiliki perusahaan.


8. Piutang ragu-ragu dihapuskan karena debitur meninggalkan Indonesia dan tidak diketahui alamatnya. Perlakuan untuk koreksi fiskal ini adalah ....

  1. Tidak ada koreksi
  2. Koreksi fiskal positif
  3. Koreksi fiskal negatif
  4. Koreksi fiskal substantif
  5. Koreki fiskal degresif

Jawaban:
a. Tidak ada koreksi

Penjelasan:

Piutang ragu-ragu yang dihapuskan karena debitur meninggalkan Indonesia dan alamatnya tidak diketahui dapat dibebankan sebagai biaya secara fiskal tanpa perlu dilakukan koreksi. Kondisi ini dianggap memenuhi kriteria piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih sesuai ketentuan perpajakan, sehingga penghapusan tersebut sudah sesuai antara pembukuan komersial dan fiskal.


9. Besarnya PPh Pasal 21 bagi penerima penghasilan yang tidak mempunyai NPWP adalah ....

  1. 5% dari PKP
  2. 20% dari PKP
  3. 20% dari jumlah PPh yang seharusnya dipotong
  4. 120% dari PKP
  5. 120% jumlah dari PPh Pasal 21 yang seharusnya dipotong

Jawaban:
e. 120% jumlah dari PPh Pasal 21 yang seharusnya dipotong

Penjelasan:

Jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebesar 120% (seratus dua puluh persen) dari jumlah PPh Pasal 21 yang seharusnya dipotong dalam hal yang bersangkutan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak.

(Pasal 20 ayat (2) PER-16/PJ/2016)

10. Dasar penyusunan dan pembuatan laporan keuangan komersial perusahaan adalah ....

  1. TETAP
  2. PSAK
  3. UU Perpajakan
  4. IFRS
  5. Perdata

Jawaban:
b. PSAK

Penjelasan:

PSAK diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan merupakan standar akuntansi yang wajib digunakan oleh entitas/perusahaan di Indonesia untuk menyusun laporan keuangan komersial (financial reporting untuk tujuan umum/stakeholder). PSAK saat ini konvergen dengan IFRS (International Financial Reporting Standards), tetapi yang berlaku secara resmi di Indonesia adalah PSAK, bukan IFRS secara langsung.


11. Perhatikan nama akun berikut!
  1. Modal saham
  2. Pendapatan
  3. Hutang dagang
  4. Kas
  5. Beban

Rekening yang mempunyai saldo normal debet, kecuali ....

  1. (1), (2), dan (3)
  2. (2), (3), dan (4)
  3. (3), (4), (5)
  4. (1), (3), dan (5)
  5. (1), (4), dan (5)

Jawaban:
a. (1), (2), dan (3)

Penjelasan:
Nama Akun Jenis Akun Saldo Normal
Kas Aset Debet
Hutang dagang Kewajiban Kredit
Modal saham Ekuitas Kredit
Pendapatan Pendapatan Kredit
Beban Beban Debit

12. Laporan keuangan yang harus disusun oleh perusahaan sesuai dengan ketentuan PSAK adalah ....

  1. Neraca, laporan laba atau rugi
  2. Neraca, laporan laba atau rugi, laporan perubahan ekuitas, arus kas
  3. Neraca, laporan laba atau rugi, laporan perubahan ekuitas, arus kas, catatan pendukung
  4. Neraca, laporan laba atau rugi, laporan perubahan ekuitas
  5. Neraca, laporan perubahan ekuitas

Jawaban:
c. Neraca, laporan laba atau rugi, laporan perubahan ekuitas, arus kas, catatan pendukung

Penjelasan:
Berdasarkan standar akuntansi yang berlaku (termasuk PSAK 201/PSAK 1), satu set laporan keuangan lengkap harus mencakup 5 komponen utama berikut:
  1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca): menyajikan aset, liabilitas, dan ekuitas pada tanggal tertentu.
  2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain: menyajikan rincian pendapatan, beban, dan kinerja keuangan periode berjalan.
  3. Laporan Perubahan Ekuitas: menyajikan pergerakan, penambahan, dan pengurangan modal perusahaan.
  4. Laporan Arus Kas: menyajikan aliran masuk dan keluar kas dari operasi, investasi, dan pendanaan.
  5. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK): menyajikan informasi tambahan, kebijakan akuntansi, dan rincian pos.

13. Neraca adalah laporan yang sistematis mengenai ....

  1. Modal pemilik serta pendapat bersih selama periode tertentu
  2. Aset perusahaan serta modal dari pemilik pada saat tertentu
  3. Penghasilan serta beban yang terjadi pada saat tertentu
  4. Aset yang dimiliki perusahaan serta kewajiban kepada kreditur pada saat tertentu
  5. Aset, liabilitas, serta ekuitas perusahaan pada saat tertentu

Jawaban:
e. Aset, liabilitas, serta ekuitas perusahaan pada saat tertentu

Penjelasan:

Neraca (Balance Sheet / Statement of Financial Position) adalah laporan keuangan yang menyajikan secara sistematis posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu (bukan selama periode). Komponen utama Neraca adalah aset (harta), liabilitas (kewajiban), dan ekuitas (modal).


14. Neraca lajur atau kertas kerja difungsikan sebagai ....

  1. Media pencatatan akun-akun neraca
  2. Media pembantu untuk menyusun laporan keuangan
  3. Media pencatatan penyesuaian keuangan
  4. Salah satu laporan keuangan yang mana harus disusun oleh perusahaan
  5. Media pencatatan laba rugi

Jawaban:
b. Media pembantu untuk menyusun laporan keuangan

Penjelasan:

Neraca Lajur (Worksheet / Kertas Kerja) adalah alat bantu (bukan laporan resmi) yang digunakan oleh akuntan untuk mempermudah proses penyusunan laporan keuangan.

Fungsi utamanya meliputi:
  • Membantu melakukan penyesuaian jurnal (adjusting entries)
  • Menyusun neraca saldo setelah penyesuaian
  • Memisahkan akun-akun laba rugi dan neraca
  • Memudahkan penyusunan Laporan Laba Rugi, Neraca, dan laporan keuangan lainnya
  • Memeriksa keseimbangan (debet = kredit) sebelum membuat laporan resmi

15. Pada neraca lajur, jika pada kolom laba atau rugi jumlah kolom debet lebih kecil dari jumlah kolom kredit, perusahaan tersebut mengalami ... serta pengaruhnya terhadap modal adalah ....

  1. Rugi, mengurangi ekuitas
  2. Rugi, menambah ekuitas
  3. Laba, mengurangi ekuitas
  4. Laba, menambah ekuitas
  5. Rugi, tidak memengaruhi ekuitas

Jawaban:
d. Laba, menambah ekuitas

Penjelasan:
Kondisi Kolom Laba/Rugi Hasil Pengaruh terhadap Modal/Ekuitas
Debet > Kredit Rugi Mengurangi
Debet < Kredit Laba Menambah

Posting Komentar

Ada soal yang belum dipahami atau punya cara cepat yang berbeda? Yuk, tulis di kolom komentar! Sertakan juga nomor soal jika ada yang ingin ditanyakan.